Kalam Al Habib Thohir bin Muhammad bin Abdullah Al Haddar di pondok pesantren Toyaning Rejoso Pasuruan

Orang yang Mencintai akan diKumpulkan dengan Orang yang di cintai 


KEKUATAN CINTA :

Dalam ceramahnya tadi malam di pondok pesantren ihyaus sunnah Toyaning Rejoso Kab. Pasuruan,
Al Habib Thohir bin Muhammad bin Abdullah Al Haddar, ada satu poin yang sangat menggembirakan bagi kita sebagai orang awam.

Diceritakan bahwa ada beberapa sahabat Nabi Muhammad SAW mengadu kepada Sang Nabi SAW, tentang kecintaan mereka kepada orang-orang soleh yang memiliki kekuatan iman dan sangat ahli ibadah, tetapi para sahabat itu tidak mampu untuk meniru ilmu maupun ibadah mereka.
Maka Nabi menyatakan :
ألْمَرْءُ مَعَ مَنْ أَحَبّ
"Seseorang akan dikumpulkan bersama orang yang dia cintai"

Maka para sahabat pun mengatakan : 
Sungguh tidak ada yang lebih membahagiakan kami setelah hidayah islam, kecuali hadits tersebut.

BAGAIMANAKAH KEKUATAN CINTA ?

Allah SWT telah mengabadikan sejak zaman dahulu dan untuk selamanya, *bagaimana kekuatan cinta seekor anjing terhadap Askhabul Kahfi*

سَيَقُولُونَ ثَلَاثَةٌ رَّابِعُهُمْ كَلْبُهُمْ وَيَقُولُونَ خَمْسَةٌ سَادِسُهُمْ كَلْبُهُمْ رَجْمًا بِالْغَيْبِ ۖ وَيَقُولُونَ سَبْعَةٌ وَثَامِنُهُمْ كَلْبُهُمْ ۚ قُل رَّبِّي أَعْلَمُ بِعِدَّتِهِم مَّا يَعْلَمُهُمْ إِلَّا قَلِيلٌ ۗ فَلَا تُمَارِ فِيهِمْ إِلَّا مِرَاءً ظَاهِرًا وَلَا تَسْتَفْتِ 
فِيهِم مِّنْهُمْ أَحَدًا

Walaupun itu seekor anjing yang notabene hewan najis, namun berkat cinta dengan pemuda-pemuda soleh, anjing itupun mulia. Diabadikan penyebutannya di al qur'an bukan hanya sekali, tetapi berkali-kali dan kelak akan masuk surga bersama askhabul kahfi.

Begitupula dengan Zulaikha, yang sangat mencintai Nabi Yusuf AS. Walaupun asalnya dengan kecintaan yang tidak dibenarkan, tetapi berkat kekuatan cinta dengan seorang Nabi maka Allah tidak menyia-nyiakan cinta itu hingga Allah mentakdirkan kebersamaan Nabi Yusuf dan Zulaikha sejak di dunia hingga abadi di surga. 

Bagaimana dengan kita yang lemah iman, sedikit ilmu, minim ibadah, penuh kepura-puraan, banyak dosa, penuh kesombongan, iri dengki, penuh ambisi duniawi ?

Khususnya seperti Al Habib Muhammad bin Abdullah al Haddar, yang tidak pernah meninggalkan sholat berjamaah sejak usia tamyiz hingga beliau wafat. Selalu melazimi ibadah malam sejak usia tamyiz hingga beliau wafat. Yang lisan beliau selalu basah dengan dzikir, hati beliau selalu kasih sayang kepada sesama, tangan beliau selalu berinfak dengan duniawi yang datang kepada beliau. Tidak ada sifat sombong, tidak memiliki sifat dzholim, tidak pernah menolak peminta-minta. Selalu akrab dengan ilmu dan ahli ilmu.

Maka
Tidak ada di akherat yang kita unggulkan dihadapan Allah SWT.
*Kecuali hanya kecintaan kepada Rasululloh SAW, kecintaan kepada keluarga Nabi Muhammad SAW, para Habaib, para kyai, para wali Allah,orang-orang sholeh, para ulama saja*.

Kepada mereka lah kelak Allah SWT akan memberikan kemuliaan dan hak untuk memberikan pertolongan.

نُحِبُّ الصَّالِحِيْنَ # وَ لَسْنَا مِنْهُمْ
Kami mencintai orang-orang yang sholeh meskipun kami tidak mampu meniru ibadah mereka, kami tidak memiliki ilmu seperti mereka, kami tidak dapat mendekati ketinggian derajat mereka.

Tapi kami berbaik sangka kepada Allah untuk selalu mengikatkan cinta ini kepada mereka di dunia hingga ke surga.

Amin

Comments